Posts

Showing posts from February, 2026

KEMATIAN BERTAMU

Image
Detik duka di dinihari menampar wajahku dengan kesedihan Karam dalam kalut kesedihan nenekku sudah tak menatapku air mataku menetes di kaki Ku lihat meja makan hanya ada gelas kosong yang dipakai sebelum ia jiwanya kosong y M elayat mayat di muka makam tersemat tamat tentang tabir tubuh kain putih menjadi pakaian terakhir liang lahat menjadi tempat tidur terakhir Aku berpikir butir-butir takdir akhir yang mungkin akan bertamu dirumah tapi yang pasti ketetapan di tangan tuhan pasti terjadi yang dinanti-nanti amal diandalkan suatu saat Sidoarjo, 2026

AIR MEMUKUL DARATAN

Image
  Awan menjulang tinggi awan mulai melegam dingin dihembus awan bulir bulir basah di genggam awan aku berharap aku tak dipukul lagi Langit mengirim pesan pesan dari kemarahan bahwa hujan menangis dengan selimut hitam berbaris angin hendak mencuri tameng yang kubuat berperang melawan alam Daratan-Langit dipeluk kemarahan petir meraung dengan jantan lengan petir melemparkan cahaya yang mengancam mara bahaya aku takut tak sanggup menahan mara bahaya yang marah  Tenang dari irama air Irama air dari amarah langit amarah langit dari laut laut dari hamparan biru yang menghantamku dengan sadis mengiris payungku Sidoarjo, 2026

CITA

Image
Bayang-bayangmu  tercetak di pelosok  sanubari bayang-bayangmu   menyelinap dalam  sanubari menentukan  kini-masa depan ; pikiran melukis  kini-masa depan ; harapan Timbul-tenggelam  menjadi tinggi timbul-tenggelam  tergerus arus jemari  menggenggam bulir ritus jemari  terangkat tuk meminta menggandeng lengannya tuk  terwujud penentu kamu dalam  duka penyelamat saat  duka getir saat tak  terwujud ; cita-cita Menjadi panduan tuk sukses menjadi harapan tuk sukses semua orang melukis ini semua orang menggenggam ini tuk membentuk selasar besar esok hari berseri. Sidoarjo, 2026

JUANG BARU

Image
  Tanah ini, menabung riwayat kaya diasuh-kasih, dan dirawat seperti ibu- untuk melukis tanah sewarna musim semi lekas terjaga menjadi pualam keindahan, dan bibit ini harus tangguh, dan gagah bagai singa menggelung senarai tuk menang Maka, sebelum jarum suntik mengecup tubuhmu lekas kau rawat, ruwat khidmat kesehatan Saat penyakit menyelinap obat menggerus senap Bagai pasir tergerus arus saat tubuh bagai kertas obat akan mengemas cemas walau riuh penuh gentir Mereka siap menghapus sembilu menjahit dan menghilangkan sembilu semangat juang bagai gunung menantang awan benangnya tak hengkang rentang di tendang zaman kuat dan sehat bagai harimau tangguh yang kreatif dan cerdas bagai kancil pintar demi kejayaan tubuh tuk senantiasa teguh menanggung riwayat dahulu yang tak pudar Kuntum yang tumbuh menjadi pohon bangga gempita kuntum yang akan membawa jutaan daun bangga menanduh ikhwal riwayat silsilah azali gelora api besar lama akan mengunyah yang kini Generasi pijar angkatlah selangit s...

MEMANTIK PELITA

Image
  Dawat menapaki lembaran putih pena menari meninggalkan legam serat-serat nubuat tergaung agung menyorot  diri diantara sesat mendekati delusi   ilmu bagai pedang yang menghunus segala dungu, ketimpangan terkembang ketimpangan mencekik kebimbangan berdekapan   pendidikan bak menuntun, dan menelusuk ke rimba dari segala rahasia menggandeng agar tak tersesat dalam saripati belukar kegagalan   kata-kata menjelma peta kata-kata menjadi pedoman menampik keberhasilan khayal demi suar kata "sukses"   mengecup anganmu menggandeng anganmu kejahatan memburu dilema bertanya   derit bel menggema dalam pikiran menjadi tanda permulaan kehidupan pikiran secawan ilmu kuseduh secawan ilmu merambati pandangan   birai bila buku bersimbah pengetahuan mengenyangkan dan– mengetuk kantuk luruh pengetahuan berlabuh dalam pikiran tanpa makanan   semangat mengasuh padi padi menjadi bera...

PESAN KEBEBASAN

Image
  Jejak darah lampau memantik api juang jejak yang merambati punggung waktu pejuang- berjudi dengan nyawa demi suar kata 'Merdeka!' dengung tergaung agung meski lara mereka tumpahkan tuk seutas senyum yang terbit menerangi penjajahan.   Lama-lama biru mengarat dalam merah putih dan pada hari itu, terproklamirkan gaung kebebasan kebebasan bagai matahari mengecup hangat hari   Darah dan semangat adalah daging bendera yang berhulu menjadi muara kemenangan dirayakan berpeluk dengan tanggal itu; 17 Agustus kita berdiri tegap, panas menapaki tubuh kemenangan bersorak di tiang bendera dan berpamitan kepada jasa yang tertidur di ajang bahagia   Kini sang pertiwi menunjuk bibit-bibit baru tuk meneruskan riwayat daun-daun yang telah gugur rentangkan tekad, angkat harkat dengan aroma gelora agar mimpi itu telah nyata, kini Merdeka!!! Sidoarjo, 2026

PENDIDIKAN MENULIS MASA DEPAN

Image
  Di depan papan tulis ku tatap bulir-bulir kata; yang merajut serat-serat nubuat bagai memijat penat setelah dilema berulang   saat istirahat aku mengecap hampa di dada sembari menatap jendela; sorak gembira bercerai derai dalam hati yang menelan hampa bingung menyinggahi sanubari kemanakah aku harus berlari?   di depan papan tulis ku tatap bulir-bulir kata; yang memantik asa dalam pikiran remang; dan menggugurkan kebimbangan yang beranak pinak   secangkir takdir ku hidangkan setelah ragu-raguku dininabobokan kata-kata   buku bak tungku ilmu berpadu, dan saat pertemuan pertama bertutur Pancasila ku tangkap, ku dekap, aku mengerti   di depan kelas; ku bertemu, dengan gumpalan mendung dalam kata-kata bak maut merajam yang membuat air terjun pecah   "mengapa kalian menyakiti anak itu?" mereka berdalih; tak suka dengan rasa gosong yang pahit sila ke-2 membela, membelah hati mereka mengalah, mengucap maaf, lalu pergi   ku tatap ruang osis, ide-ide ber...

GELORA BELIA

Image
  Kepada; (Surabaya, 10 November 1945)   Revolusi jihad dari seorang ajengan yang mencurat sengketa dan memantik gelora karam dalam kelam di tabir dada Yang membara dalam ingatan kelam   Beranak pinak kebencian legam merajam setelah peluru-peluru kesedihan beranak pinak dalam kesengsaraan   Dengan Bung Tomo mengidungkan ritus linang yang mengulur amur Hasrat dengan aksara teramat keramat   Dengan luka dari seribu bedil merekang gersang di dada, isak berlabu dampal tetap menapaki mayat setelah dikultuskannya benci lekat karena anganku dininabobokan bedil   Menukil wahyu dari bahagia yang dianulir dan dahar mawar yang diakrabi kecemasan   Berayun-ayun di lekung urung dengan balada dari mahiya air mata dan angan yang terpokang di sepanjang lekang pulang   Luka kita membumi ditemani jiwa belia yang pergi menjadi saksi dari semangat jiwa belia yang mengulum penjajahan   Sema...

RAHASIA BAPAK

Image
  Kepada bapak–pejabat yang mengikat erat hak berdalih tidur walau kami perih tutur janji putih menjadi abu sahnih kepada bapak, kami mengemis tiris hak   sembari menatap darah pohon dari gergaji tirani yang meringis karena orang-orang bermata gelap :   Ketika pagi bergelantung pada ujung pohon angan ketika sungai dan burung meracik syair lentik ketika angin bercerita arus ritus pekik yang berhembus ke telinga bapak, tak akan terpercik.   Saat tangan mungilku digandeng ibu saat melintasi titian harapan dengan lirih saat itu juga, harapan itu roboh sontak ibu berharap pada tepian batu hijau aku loncat dari punggung kasih sayingtuk bisa selamat ia rela membasuh jiwanya di sungai demi aku sebelum aku menolong, semuanya sudah ditelan masa ibu tergelincir dan tak terpandang sejauh mata memandang.   Seperti kata ibu sebelum tergelincir:   Pendidikan adalah pedoman yang ditelisik dengan itikad buku bak tungku untuk...