GELORA BELIA
Kepada; (Surabaya, 10 November 1945)
Revolusi jihad dari seorang ajengan yang
mencurat sengketa dan
memantik gelora karam dalam kelam
di tabir dada Yang membara dalam ingatan kelam
Beranak pinak kebencian legam merajam
setelah peluru-peluru kesedihan
beranak pinak dalam kesengsaraan
Dengan Bung Tomo mengidungkan ritus linang
yang mengulur amur Hasrat
dengan aksara teramat keramat
Dengan luka dari seribu bedil
merekang gersang di dada, isak berlabu
dampal tetap menapaki mayat
setelah dikultuskannya benci lekat
karena anganku dininabobokan bedil
Menukil wahyu dari
bahagia yang dianulir
dan dahar mawar
yang diakrabi kecemasan
Berayun-ayun di lekung urung dengan
balada dari mahiya air mata dan
angan yang terpokang di
sepanjang lekang pulang
Luka kita membumi
ditemani jiwa belia yang pergi
menjadi saksi dari semangat jiwa belia
yang mengulum penjajahan
Semangat muda ruing di
pelataran harapan dan
mengkultuskan asa
demi suar kata "Merdeka"
yang tergaung agug
menyoroti perlawanan
Sidoarjo, 2026
.jpg)
josjis
ReplyDelete